Loading...
Tips Agar Daging Kambing Tidak Bau
Tips Agar Daging Kambing Tidak Bau
Di post pada: 20 Oktober 2019 22:30  -   Waktu baca: 9 menit

Halo, sobat KURSUS.

Saat Idul Adha biasanya kulkas di rumah bakal berlimpah daging hewan kurban. Terutama daging kambing dan daging sapi. Salah satu tantangan mengolah daging kambing adalah aroma amis dan prengus yang menempel pada daging.

Daging kambing merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia selain daging ayam dan daging sapi. Biasanya, daging kurban diolah menjadi gulai, sate, tongseng, dan masih banyak lagi.

Selain tinggi protein, daging kambing juga mengandung zat gizi lainnya yang berguna untuk tubuh, seperti lemak, kalori, kolesterol, dan zat besi. Tekstur dan rasa daging kambing ini lebih enak dan lezat apabila diolah dan cara memasak daging kambing dengan benar. Memang kelemahan utama makanan satu ini adalah bau khas prengus kambing. Selain itu, kalau cara mengolah daging kambing tidak benar makan daging akan alot dan tidak empuk.

Walaupun sobat kursus di sini termasuk penggemar hidangan daging kambing dan sapi, bisa jadi kalian bukan termasuk yang gemar memasaknya sendiri di rumah. Pasalnya mengolah daging memang gampang-gampang susah.

Nah, untuk menghindari hal seperti ini, sobat kursus bisa menyimak tips-tips dalam mengolah daging yang sudah tim kursusku.id rangkum berikut ini:

1. Singkirkan Lemaknya

Sebagian besar aroma prengus pada daging kambing berasal dari lapisan lemak yang menempel di daging. Anda bisa meniru cara yang direkomendasikan Livestrong untuk mengatasinya. Buang lemak berlebih yang menempel pada daging dengan mengirisnya. Agar lebih mudah, dinginkan dulu daging kambing di dalam lemari es.

2. Jangan Dicuci

Normalnya daging hrus dicuci bersih dahulu sebelum dimasak. Tetapi kalau Anda melakukan ini terhadap daging kambing, tekstur daging akan jadi lebih alot dan bau amisnya semakin tajam. Sebaiknya Anda langsung merebus daging kambing dalam keadaan tak dicuci. Buang air rebusan kambing, setelah itu olah daging seperti biasa.

3. Taburi Garam

Kalau daging kambing yang Anda dapatkan sudah terlanjur dicuci, Anda bisa menambahkan taburan garam untuk menetralisir darah yang menyebabkan aroma tak sedap. Balurkan garam ke seluruh permukaan daging, kemudian diamkan selama 1 jam. Cuci kembali daging kambing sebelum diolah.

4. Rebus dengan Rempah-Rempah

Kalau Anda lebih suka mencuci daging lbih dulu, sebaiknya rebus daging kambing yang sudah dicuci dengan campuran rempah-rempah berbau harum seperti daun jeruk, jahe, serai, dan kemangi.

5. Baluri dengan Parutan Nanas

Getah nanas yang tajam juga bisa dimanfaatkan untuk melunakkan daging kambing yang alot. Selain itu juga bisa membantu mengatasi aroma amis daging. Lumuri daging kambing mentah dengan parutan nanas, kemudian diamkan selama setengah jam. Setelah itu baru olah seperti biasa.

6. Baluri dengan Parutan Pir

Selain buah nanas, buah pir juga bisa dimanfaatkan untuk melunakkan daging. Di barat penggunaan buah ini untuk melunakkan daging lebih umum daripada nanas. Caranya sama saja seperti nanas. Parut buah pir, kemudian gunakan untuk melumuri daging.

7. Bungkus dengan Daun Pepaya

Daun-daunan bisa dimanfaatkan juga untuk melembutkan dan mengatasi bau tak sedap pada daging kambing. Bungkus daging kambing mentah dengan daun pepaya. Enzim dalam daun pepaya akan bekerja menjadikan daging kambing lebih empuk. Jika tidak ada daun pepaya, Anda juga bisa memanfaatkan daun jambu atau daun jati untuk membungkus daging kambing.

8.  Lumuri dengan Jeruk Nipis

Jeruk nipis punya banyak manfaat untuk mengolah daging kambing. Selain dapat melunakkan dan mengurangi bau amis daging, air jeruk nipis juga dapat membunuh bakteri. Lumuri daging kambing mentah dengan air perasan jeruk nipis. Diamkan selama kurang lebih setengah jam, kemudian masak seperti biasa.

9. Lumuri dengan Cuka Apel

Gunakan cuka apel untuk melumuri daging mentah. Kalau diolah menjadi steak, daging yang sudah dilumuri cuka apel bakal lebih juicy dan menyimpan rasa manis yang samar.

10. Rendam di dalam Cola

Cola juga bisa digunakan untuk mengempukkan dan menghilangkan bau dari daging mentah. Rendam selama setengah jam, kemudian masak sesuai selera.

11. Rebus dengan lobak

Rebus daging kambing dengan potongan lobak secukupnya, setengah jam kemudian keluarkan lobaknya. Setelah itu pergunakan daging kambing untuk memasak sesuai dengan resep masakan daging kambing yang disukai.

12. Rebus dengan kacang hijau

Rebus 1 kilogram daging kambing atau domba dengan kacang hijau sebanyak 5 gram. Setelah 10 menit, angkat dan tiriskan daging tersebut.  Kemudian dimasak sesuai dengan keperluan.

13. Rebus dengan tebu

Rebus 1 kilogram daging kambing atau domba dengan dimasukkan 200 gram tebu yang sudah dipotong-potong. Rebus kurang lebih selama setengah jam

14. Lumuri dengan daun jambu

Daun jambu itu dibejek-bejek bersama dengan daging kambing sebelum dimasak

15. Rebus dengan arang

ambillah 2 potong arang lalu cucilah sampai bersih dari kotoran lain. Rebuslah daging kambing bersama-sama arang tsb, niscaya daging kambing tidak akan berbau lagi. Setelah itu masaklah dengan rempah-rempah sesuai resep pilihan anda

16. Lumur dengan jahe

Cincang, memarkan atau lumat jahe, kemudian campurkan pada daging yang akan diolah. Aroma Jahe akan menutupi bau lebus pada daging. Agar hasilnya maksimal, lebih baik lagi Jahe yang dlhaluskan bersama bumbu lain.

 17. Rebus dengan bumbu dapur

Untuk menghilangkan bau tak sedap. Anda Juga bisa menambahkan bumbu dapur beraroma kuat seperti kapulaga. kayu manis, cengkeh, dan bumbu rempah lainnya. Bumbu-bumbu yang beraroma kuat seperti itu tidak hanya membuat rasa masakan menjadi nikmat, tetapi juga membantu menghilangkan bau tidak sedap pada daging. Gunakan bumbu rempah yang beraroma tajam untuk mengimbangi aroma daging kambing yang khas

Nah, itulah beberapa tips dalam mengolah daging kambing sendiri yang bisa sobat kursus terapkan.

Apakah sobat kursus punya tips lain buat mengolah daging kambing yang bisa dibagikan?

Ditulis oleh: Admin

Supported By:
Diib2
Metode Pembayaran
Metode
© 2019 - 2020
PT. Aiti Inovasi Teknologi Internasional
HEADQUARTER

Ruang Inovasi dan Inkubasi Bisnis, Gd. ILRC, Lt.2, Universitas Indonesia, Depok

Supported By:
Diib2

KURSUSKU

© 2019 - 2020   PT. Aiti Inovasi Teknologi Internasional