Loading...
Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak
Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak
Di post pada: 20 Oktober 2019 22:37  -   Waktu baca: 4 menit

Halo sobat KURSUS.

Salam sejahtera untuk kita semua

Tantrum .. seringkali kita takut mendengar kata ini pada anak-anak. Tidak bisa dipungkiri bahwasanya tantrum atau lengkapnya temper tantrum merupakan salah satu bentuk ekspresi emosional dalam bentuk kemarahan pada anak-anak dan perilaku ini dikategorikan sebagai perilaku yang buruk berdasarkan perspektif sebagian orang tua.

Sekarang ini orang tua sudah mulai mengenal tantrum pada anak-anak, namun sebagian orang tua juga masih belum mengenali apa tantrum ini.  Secara tipikal tantrum mulai terjadi pada saat anak mulai membentuk sense of self. Pada usia ini anak sudah cukup untuk memiliki perasaan “me” and “my wants” (keinginanku), tetapi mereka belum memiliki keterampilan yang memadai bagaimana cara memuaskan keinginan mereka secara tepat. Tantrum puncaknya pada usia 2-4 tahun yakni sekitar 23-80% (Fetsch & Jacobson, 1998) dan menurut penelitian lainnya tantrum juga terjadi pada anak usia 18-48 bulan. Dari data para peneliti tersebut para ibu tidak perlu takut dengan tantrum, karena ternyata tantrum adalah peristiwa yang umum dialami oleh anak, sehingga orang tua tidak perlu risau mengahadapi anak yang sedang mengalami tantrum.

Menurut nenden irawati, tantrum merupakan salah satu ciri anak bermasalah dalam perkembangan emosi seperti marah berlebihan, ingin merusak diri dan barang-barangnya (melempar barang), tidak dapat mengungkapkan apa yang diinginkan, takut yang sangat kuat sehingga mengganggu interaksi dengan lingkungannya, juga seringkali memperlihatkan malu sehingga menarik diri dari lingkungan, dan hipersensitif (sangat peka sulit mengatasi perasaan tersinggungnya), dan pandangannya cenderung negatif bersikap murung.

Nah bagaimana sih cara mengatasi anak-anak yang tantrum:

  1. Biarkan anak melampiaskan emosinya tapi pastikan bahwa segala sesuatunya aman bagi anak.
  2. Orang tua perlu mengontrol emosinya jangan sampai memarahi ataupun memukul anak dan tidak perlu peduli pandangan sinis ataupun ucapan negatif dari lingkungan.
  3. Segera pindahkan anak ke tempat-tempat yang empuk seperti kasur atau sofa dan jauhkan dari benda yang rawan dirusak misalnya remote tv.
  4. Ada baiknya anak didekap atau dipeluk dengan kasih sayang, namun jika anak meronta-ronta atau bersikap kasar tindakan ini tidak perlu dilakukan karena dapat memprovokasi emosi orang tua maupun pengasuh jika tidak sabar.
  5. Mengangkat anak ke kamar sesegera mungkin dan mengisolasinya selama 2-3 menit. hal ini juga memberi kesempatan pada orang tua untuk mengontrol emosinya. Cara ini sering dilakukan oleh orang tua diluar negeri. Jika salah satu ibu ataupun kakak disini pernah menonton The return of superman, teknik ini pernah dilakukan oleh si Ayah kembar tiga.
  6. Hindari meluluskan keinginan anak yang awalnya dilarang oleh orang tua dengan harapan dia akan diam dan berhenti tantrum, karena sama saja mengajarkan anak menggunakan tantrum sebagai senjata untuk meluluskan keinginannya.

 

Jika tantrum telah berlalu berikan kasih sayang dan rasa aman pada anak, serta evaluasi jika perlu tanyakan dengan lembut kepada anak kenapa dia berprilaku seperti itu (untuk anak yang sudah bisa berbicara).

Semoga artikel ini dapat membantu para ibu menghadapi tantrum pada anak. [yl]

Ditulis oleh: Admin

Supported By:
Diib2
Metode Pembayaran
Metode
© 2019 - 2020
PT. Aiti Inovasi Teknologi Internasional
HEADQUARTER

Ruang Inovasi dan Inkubasi Bisnis, Gd. ILRC, Lt.2, Universitas Indonesia, Depok

Supported By:
Diib2

KURSUSKU

© 2019 - 2020   PT. Aiti Inovasi Teknologi Internasional